oleh

Agenda Pengobatan

-KHAZANAH-3 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Membaca majalah National Geographic. Para ahli mencari obat agar bisa menemukan penyakit nyeri tanpa efek samping. Puluhan tahun tak ditemukan, padahal sudah menyusuri berbagai negara dan terus melakukan riset. Namun di kitab Zadul Maad, Imam Ibnu Qayyim, sudah ada obat nyeri. Di kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi, sudah ada obat nyeri. Hanya dengan rangkaian doa, penyakitnya sembuh.

Nabi Idris diilhamkan Allah berbagai ilmu. Terutama ilmu pengobatan. Entah bagaimana prosesnya. Apakah dengan mengamati alam semesta? Ataukah seperti Nabi Adam yang diajarkan langsung oleh Allah tanpa diketahui oleh para Malaikat? Nabi Idris ahli meramu berbagai berbagai tumbuhan untuk dijadikan obat. Mengapa tak belajar bagaimana Nabi Idris meramu obat?

Nabi Isa diberi kemukjizatan menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak mungkin diobati. Apa kunci semua pengobatan? Kedekatan pada Allah. Ilham ilmu yang diberikan Allah. Riset dan penelitian hanya alat bantu untuk menemukannya. Riset dan penelitian agar manusia mendapatkan pahala jihad dari pencarian, ikhtiar dan kelelahan mendapatkan ilmu. Ini perpaduan mendapatkan ilmu. Memadukan pintu langit, akal dan ikhtiar. Semua harus dipenuhi. Itulah hukum alam menemukan solusi di alam semesta.

Seorang pembesar Persia mengalami kelumpuhan. Lalu pergi ke seorang tabib. Saat bermalam di sebuah penginapan, pagi harinya bisa bangun dan berjalan normal. Belum diobati sudah sembuh? Para pengawalnya tetap memanggil sang tabib. Mereka menginformasikan keanehan tersebut. Sang Tabib, meminta agar selimutnya dibuka. Ternyata terdapat dua kalajengking yang mengantuk sang pembesar tadi. Bisa jadi ilmu diberikan dari proses seperti ini. Alam memberikan contohnya secara langsung.

Ada yang mengadukan ke Rasulullah saw tentang saudaranya yang berpenyakit gila. Saudaranya didatangkan dengan posisi terbelenggu. Lalu Rasulullah saw mendoakannya dengan rangkaian surat Al-Fatihah, awal surat Al-Baqarah, ayat Kursi, akhir surat Al-Baqarah, beberapa ayat surat Al-Imran, beberapa ayat surat Al-Mukminum, Asshaff, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Dengan ijin Allah sembuh. Inilah kekuatan doa dalam penyembuhan. Mengapa tidak diteliti dengan riset metode penyembuhan ini?

Ibnu Qayyim membedah semua pengobatan. Pengobatan dengan ayat Al-Qur’an, Doa, Dzikir, makanan, minuman, racikan benda dan makhluk yang ada di alam semesta. Mengapa ini tidak ditindaklanjuti oleh para dokter dan ahli farmasi? Mengapa ilmuwan muslim tidak melanjutkan temuan para ulama? Mengapa tidak mencontoh Ibnu Sina dalam pergumulannya dengan ilmu kedokteran dan pengobatan?

Di era Khalifah Al Makmun, sang khalifah memadukan ilmu para ulama dengan ilmu-ilmu yang didapatkan dari terjemahan buku-buku Yunani, Romawi, dan Persia. Yang menjaga ilmu-ilmu Yunani, Romawi dan Persia justru umat Islam hingga ilmu-ilmu itu tetap langgeng sekarang. Mengapa tidak memadukan dan melanjutkan warisan ilmu para ulama Islam? Ini warisan generasi sebelumnya untuk generasi sekarang dan akan datang. Ini tanggungjawab generasi ke generasi. Lalu padukan dengan beragam riset dan penelitian yang sudah dilakukan oleh ilmuwan barat dan timur. Maka jadilah ilmu dengan celupan Islam yang prinsip Islam. Begitulah sejarah mengajarkannya.

Umat Islam memiliki karakter yang berbeda dengan umat lain. Ada sisi ketauhidan, ketaatan pada syariat dan Sunah Rasulullah saw. Namun ada juga kesamaan dengan umat lain sebagai sesama manusia. Namun, mengapa solusi dan pengobatannya hanya mencontek dari umat lain? Padahal tak selaras dengan jiwa umat ini? Disinilah perlu racikan baru dalam bersolusi dan mengobati. Inilah tanggungjawab kita semua.

Komentar

News Feed