oleh

Pencegah Wabah dalam Wirid Al-Ma’tsurat

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Mencegah penyebaran Corona dengan cara-cara medis, sangat bisa namun sepertinya sulit dilakukan. Bisakah memantau pergerakannya? Bisakah memantau bersih dari Corona? Dengan mobilitas yang cepat dan luas, cukup sulit bila sebuah wilayah sudah terjangkit. Lalu bagaimana caranya? Lockdown dan sosial distance. Namun apakah bisa menjamin?

Benteng pertahanan terakhir adalah meningkatkan imunitas tubuh. Yang utama, memohon pertolongan Allah. Dalam risalah Al-Matsurat, Hasan Al-Banna memberikan bimbingan doa-doa yang mudah dan sederhana. Bila ingin komplit dawamkan membaca Al-Matsurat Sughra dan Kubra. Bila memilih doa-doa tertentu bisa saja dilakukan.

Seorang panglima Muslim, ingin menaklukkan benteng yang kokoh. Saat panglima mendatangi benteng lawan, sang lawan menaruh racun di minumannya. Sang panglima sangat paham kecurangan tersebut. Namun dia percaya bahwa racun tersebut tak bisa memberikan kemudharatan bila diminum sekali pun. Dengan membaca doa, racun tersebut bisa dinetralisir. Karena terkagum-kagum, akhirnya lawanya itu menyerah karena takut akan kekebalan panglima muslim. Apa doanya?

“Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada mudharat sedikit pun, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” Menurut Utsman bin Affan, bila doa ini dibacakan sore dan pagi maka tidak ada sesuatu apa pun yang membahayakannya.

Bagaimana menangkal racun-racun hewan tertentu? Bagaimana menetralisir efek buruk makhluk-Nya? Berdoalah, ” Aku berlindung pada kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.” Menurut Abu Hurairah bila doa ini dibacakan maka tidak akan membahayakan baginya racun yang ada di malam tersebut.

“Ya Allah, sehatkan badanku. Ya Allah sehatkan pendengaranku. Ya Allah, sehatkan penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau.” Menurut Abdurrahman bin Abu Bakrah Rasulullah saw selalu membaca doa ini setiap pagi dan petang.

Ketika wabah sudah menjangkit tubuh apa yang dilakukan? Saat Rasulullah saw merasakan sakit di tubuhnya. Beliau meletakkan tangannya pada anggota badan yang sakit. Kemudian membaca, “Bismillah (3 kali). Aku berlindung dengan keperkasaan dan kekuasaan Allah dari keburukan yang aku dapati dan aku takuti.”

Ketika semua ikhtiar medis sudah dilakukan, maka tahap terakhir dengan bertawakal dengan memanjatkan doa. Itulah kekuatan yang paling utama dalam menghadapi wabah Corona.

Komentar

News Feed