oleh

Bersahabatlah dengan Corona

-KHAZANAH-9 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Bersahabat dengan Corona. Tak satu makhluk Allah yang diciptakan sia-sia. Tak satu pun makhluk Allah yang diciptakan kecuali bertujuan menjaga dan memelihara alam semesta. Tak satu pun makhluk Allah yang tak bertasbih kepada-Nya. Corona diciptakan seusai hukum dan takdir-Nya.

Adakah yang salah dari virus Corona? Allah telah menciptakan karakternya yang unik dan khas. Allah tak pernah menciptakan makhluk yang merusak. Bila tak tahu, ilmunya masih sangat terbatas. Setiap makhluk untuk menjaga keseimbangan alam. Adakah yang telah tak seimbang di alam Ini? Adakah kebiasaan manusia yang bisa merusak keseimbangan alam?

Mengapa Corona yang lemah tiba-tiba begitu perkasa dan menakutkan? Ada yang terzalimi sehingga dia begitu kuat untuk melawan. Ada yang terzalimi sehingga dia berani untuk menjaga dirinya. Adakah kezaliman besar yang sudah dibuat oleh manusia?

Berdoalah, berlindung kepada Allah dari kejahatan makhluk-Nya. Begitulah pesan dalam surat Al-Falaq. Apakah setiap Singa selalu jahat? Apakah nyamuk dan lalat selalu jahat? Pelajari sisi baiknya, lalu berdayakan. Pelajari pemanfaatannya lalu optimalkan. Peristiwa hari ini untuk menyiapkan hari esok. Itulah rahasia yang tersimpan dari virus Corona.

Persepsi baik dan buruk selalu dilihat dari sudut pandang kepentingan manusia. Jahat, bila menyengsarakan manusia. Baik, bila menguntungkan manusia. Persepsi inilah yang membuat virus Corona dianggap jahat dan buruk. Apakah akan selalu seperti itu? Bukankah virus Corona sangat mematikan pada mereka yang memiliki masalah kesehatan? Mengapa tak bisa menjaga kesehatan sebelumnya? Mengapa sebelumnya merusak dirinya sendiri?

Yang salah adalah manusianya. Mengapa tubuhnya tak bisa secara cepat memproduksi imunitas untuk merespon virus Corona? Mengapa tak bisa membangun gaya hidup yang menyehatkan? Mengapa tak membangun kebiasaan yang membugarkan? Setiap bencana karena ulah tangan manusia itu sendiri. Begitulah Allah berfirman.

Bersahabatlah dengan Corona. Maka karakternya pun akan berubah. Berdamailah dengan Corona. Berbicara dengan virus Corona yang menempel dan bertebaran dari hati ke hati. Bukankah harimau yang buas pun menjadi jinak dengan kasih sayang?.

Zainab Al Ghazali dari bilik penjara melunakan keganasan anjing pemangsa. Thuwas, seorang ulama salaf, mengusap singa hingga akhirnya sujud bersama dalam shalatnya. Seorang Tabiin menghampiri beberapa serigala yang menghadangnya, lalu serigala pergi. Saat ditanya mengapa bisa melakukan hal tersebut? Dijawabnya, “Aku malu bila takut kepada selain Allah.”

Komentar

News Feed