oleh

Andai Lock down?

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Andai Lock down terjadi, bagaimana menyikapinya? Rasulullah saw pernah diblokade selama 3 tahun oleh kafir Quraisy. Yang terjadi justru surat perjanjiannya yang tak kuat dan rapuh dimakan waktu. Rasulullah saw pernah berperang hanya berbekal 2 butir kurma selama perjalanan, namun tak pernah melemahkan peperangan. Siapa yang mampu bertahan virus atau manusia? Bukankah virus memiliki umur yang lebih pendek?

Syam pernah terserang wabah ganas. Lock down dilakukan. Siapakah yang mampu bertahan? Apakah ada kerusuhan karena kekurangan logistik? Apakah ada pembelian besar-besar untuk kebutuhan pribadi? Utsman bin Affan justru membagikan barang dagangannya secara gratis ke masyarakat madinah saat paceklik. Adakah peran orang kaya di negri ini saat wabah terjadi? Atau justru membawa kabur kekayaannya?

Abdullah Ibnu Mubarak saat perjalanan ilmunya menemukan daerah yang terkena krisis. Dia menyumbangkan puluhan hingga ratusan ribu dinar untuk membantu masyarakat tersebut. Itulah saling menopang antara penguasa – pengusaha – ulama dalam menghadapi krisis dalam sejarah Islam.

Shalahuddin Al Ayubi bertahan di dalam benteng selama 6 bulan saat tentara Salib mengepungnya. Siapa yang kelelahan? Siapa yang mental juangnya melemah? Apa rahasia kekuatan muslimin sehingga mampu bertahan dalam kondisi keterbatasan?

Kaum muslimin, kaum yang menghempaskan dunia. Terbiasa berpuasa wajib dan sunah. Terbiasa berpuasa sehari, berbuka sehari. Terbiasa berpuasa setiap hari kecuali hari yang diharamkan. Apakah umat seperti ini tak kuat menghadapi kondisi yang paling terburuk?

Siti Aisyah, ketika mendapatkan sesuatu, uangnya habis sebelum dimasukan ke kantong bajunya. Hingga pembantunya mengingatkan bahwa di rumah tidak ada persediaan apa pun. Apakah karakter umat seperti ini akan memperebutkan logistik demi perutnya? Demi menghilangkan kelaparan?

Gaza – Palestina adalah penjara dunia. Wilayah yang diblokade oleh dunia. Apakah terjadi sesuatu? Bertengkar karena makanan? Berkelahi karena makanan? Justru dalam blokade dunia mereka masih sempat menolong beberapa negara. Hingga hari ini penjajah Israel tak berani menembusnya.

Saat lock down adalah saat yang disebut oleh imam Ibnu Taimiyah. Saat berdiam. Saat berkhalwat. Saat bermunajat. Saat membersihkan hati, jiwa dan pikiran. Saat membaca Al-Qur’an, hadist dan sejarah perjalanan umat. Saat berpuasa. Saat mendidik dan menempa perut. Bukan saat mengenyangkan perut di rumah.

Said Hawa mengatakan bahwa berkhalwat dan beruzlah adalah kebutuhan jiwa untuk membersihkan hati, menentramkan jiwa dan menyambung jalinan hati dengan Allah. Adakah yang tidak bermanfaat? Setiap kondisi ada amalan utamanya, termasuk saat lock down terjadi.

Komentar

News Feed