oleh

Waktu Dunia

-KHAZANAH-8 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Dunia kesempatan terakhir. Dunia waktu terakhir. Dunia peluang terakhir. Allah hanya memberikan satu kesempatan saja. Setelah itu tidak ada lagi peluang.

Dunia tempat berkarya, beramal dan berjihad. Namun tak langsung dirasakan efeknya terhadap akhirat. Di alam kubur, manusia tahu efek setiap karya, amal dan jihad terhadap akhirat, namun tidak bisa berkarya, beramal dan berjihad lagi. Keinginan terbesar di alam kubur adalah kembali ke dunia lagi.

Kafirin, munafikin, zalimin dan ahli maksiat memohon agar dikembalikan lagi ke dunia. Semua manusia mengais minta dikembalikan ke dunia. Bukan untuk menikmati dunia, bukan bermegah dengan dunia, tetapi agar bisa beramal dan berkarya. Nilai kehidupan lebih berharga dari kekayaan seisi dunia.

Di alam kubur, banyak yang ingin menukarkan kekayaan seisi dunia dengan waktu sesaat di dunia. Kekayaan seisi dunia tak berarti lagi dibandingkan waktu sesaat di dunia. Kekayaan seisi planet jagat raya tak berarti lagi dibandingkan waktu sesaat di dunia. Waktu adalah nikmat dan sumber daya terbesar di jagat raya ini.

Waktu di dunia lebih berharga dari segala apa pun. Waktu yang berharga, mengapa amalnya sia-sia? Waktu berharga, mengapa tak ada karya? Waktu berharga, mengapa diisi yang dengan yang tak berharga?

Waktu di dunia, penentu semua perjalanan. Waktu di dunia, cerminan perjalanan kehidupan berikutnya. Tak usah ingin tahu perjalanan berikutnya, cukup perhatikan apa yang dilakukan di dunia ini saja. Mewaspadai waktu dunia. Menghisab semua waktu dunia. Mentaubati waktu dunia.

Komentar

News Feed