oleh

Virolog : Virus Corona Tidak Seganas Yang Dibayangkan

-KABAR-81 views

Virolog drh Moh Indro Cahyono menyatakan virus Corona tidak seganas yang kita bayangkan. Indro menyebut virus yang tidak mematikan.

Virus ini justru mudah mati atau hancur, hanya dengan sabun dan deterjen, atau disinfektan. Dia bersifat sensitif terhadap pelarut lemak.

drh. Moh. Indro Cahyono

Karenanya orang yang terpapar virus ini sebenarnya 97% bisa disembuhkan dalam 14 hari, hanya dengan mengandalkan sistem kekebalan tubuh manusia yang disebut antibody, terutama pada usia di bawah 60 tahun.

“Sebenarnya virus ini tidak mematikan, hanya saja yang banyak dibesar-besarkannya itu yang meninggal 3,4% ini Akhirnya menimbulkan kepanikan yang luar biasa sehingga virus corona ini dianggap ganas dan mematikan,” kata Indro kepada TIMES Indonesia di Bandung, Rabu (4/3/20).

Di seluruh dunia, lanjut Indro, korban yang terkena virus corona hingga saat ini per 4 Maret 2020, sebanyak 9.4170 orang. Sedangkan kematian akibat virus corona berada di angka 3.219.

“Dan yang menarik hampir selalu berada di angka 3.4 % kasus meninggalnya. Berarti akan ada 96.6% manusia yang tidak meninggal, bahkan 54 % saat ini sudah dinyatakan sembuh,” urainya.

Dari angka 3,4% yang meninggal, semua suspect rata-rata berusia 60 tahun ke atas. Virus ini tidak menimbulkan kematian pada usia di bawah 60 tahun, karena antibody masih berfungsi dengan baik.

“Sementara pada usia 60 tahun ke atas, sudah banyak sel yang rusak dan itulah yang menyebabkan imunitas tubuh berkurang, karena antibody tidak mampu diproduksi lagi dengan baik,” terang peneliti vaksin ini.

Ketika virus Corona ini masuk ke dalam tubuh manusia, kata Indro, maka pada hari ketujuh antibody akan mulai dikeluarkan. Jadi, jelas Indro, kalau seseorang pernah terkena virus corona dan bertahan selama 14 hari, maka akan kebal dengan virus corona ini dan seterusnya.

Jika terkena lagi virus corona tidak memerlukan waktu 7 hari sampai antibody-nya keluar, tetapi kalo hari ini terkena virus corona, maka besoknya antibody akan keluar.

“Itu sebabnya 44% orang yang terkena virus corona dapat sembuh tanpa rehabilitasi, dan masih ada 53% yang sakit, masih banyak peluang untuk sehat seperti biasanya. Karena pola kematian tidak pernah bergerak dari 2-3%,” papar Indro.

drh. Moh Indro Cahyono menyarankan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau antibody untuk melawan virus Corona di dalam tubuh. “Perbanyaklah mengkonsumsi vitamin C dan E sebutir sehari, dan minum madu,” kata virolog ini. (*)

Sumber : Timesindonesia

Komentar

News Feed