oleh

Tetap Berjiwa Purba

-KHAZANAH-6 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Jiwa purba. Walau usia manusia sudah ribuan tahun. Namun mengapa jiwa manusia tak pernah berubah? Walau teknologi berkembang pesat, mengapa jiwa manusia tak berubah? Walaupun wajah bumi terus berubah, namun mengapa jiwa manusia statis? Kisah Habil dan Qabil tetap saja ada? Kisah Tholut dan Jalut tetap saja menggema.

Mengapa ilmu dan teknologi bisa dilanjutkan dari generasi ke generasi? Mengapa soal jiwa kembali ke titik nadir? Mengapa penyakit tubuh yang terus berkembang dan baru bisa ditemukan obatnya, namun penyakit jiwa yang statis sejak manusia diciptakan tidak obati?

Untuk mengobati jiwa dan akal, Allah di setiap kurun waktu dan kaum mengutus para Nabi dan Rasul beserta kitab suci. Padahal yang diserukannya sama? Padahal ajakannya sama? Padahal yang diobatinya sama? Yang diseru penyakit jiwa yang sama? Apakah jiwa manusia memang tidak bisa berevolusi?

Persoalan hidup manusia selalu sama dari masa ke masa, dari zaman ke zaman, dari satu tempat ke tempat lain. Begitu bodohnyakah ? Sehingga selalu mengulangi persoalan yang sama? Selalu berkutat di persoalan yang sama? Selalu jatuh di jurang yang sama?

Jiwa manusia tetap saja kafir, munafik, zalim, munkar, bodoh, kikir, dan rakus. Jiwa manusia tetap saja berkeluh kesah, depresi, kebingungan dan takut menghadapi kematian. Dunia bukan semakin tenang dan tentram, tetapi semakin gundah gulana. Bukankah manusia sudah ditempa oleh para Rasul sejak ribuan tahun? Mengapa jiwanya tak berubah? Selalu jatuh ke titik nadir?

Kemana larinya akal? Untuk apa akal? Kemana larinya hati? Untuk apa hati ini? Kemana perginya nurani? Mengapa ribuan tahun manusia hidup di bumi tak memberikan pelajaran bagi generasi sekarang dan selanjutnya? Sepertinya kita memang teramat bodoh untuk memahami semua ini. Bukankah manusia makhluk terbaik? Teristimewa? Yang membuat syetan dan malaikat iri? Namun mengapa wajah jiwa manusia seperti ini?

Andai bukan Rahman-Rahim-Nya Allah. Andai bukan rahmat dan kasih sayang-Nya Allah. Apa jadinya manusia ini? Ditunggu kesadarannya. Ditunggu taubatnya? Ditunggu perbaikannya? Ditunggu hinggal ajal tiba?

Komentar

News Feed