oleh

Sehat Tanpa Maksiat

-KHAZANAH-23 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Siapa yang potensi penyakit tubuhnya paling besar? Karakter apa yang potensi penyakitnya paling besar? Cara berfikir dan gaya hidup bagaimana yang berpotensi berpenyakit terbesar? Setiap manusia membawa potensi penyakit. Maut selalu mengintai. Kelemahan selalu menemani.

Energi jiwa dan raga terkuras saat marah. Seluruh energi terkuras saat stres dan kacau pikirannya. Setiap keburukan menguras energi yang lebih besar dari karyanya. Setiap kebaikan justru memberikan energi yang besar. Kebaikan yang menguras energi tubuh dan harta besar akan mendorong bangkitnya energi dan karya yang lebih besar. Inilah energi yang tak pernah habis.

Kebaikan itu energi pembangkit, bukan penguras. Setiap keburukan itu perampas energi jiwa, bukan pembangkit. Siapa yang lebih sehat? Pelaku kebaikan atau keburukan? Dalam kebaikan ada obat dan pencegah penyakit. Dalam keburukan ada penyakit dan racun.

Semua kebaikan menciptakan ketentraman baik bagi jiwa mau pun raga. Semua keburukan menciptakan keresahan dan keguncangan baik jiwa maupun raga. Mengapa? Jiwa dan raga, akan melawan dan melaknatnya, agar mereka tidak terus dibawa dalam keburukan. Jiwa dan raga terus menasihati dan mencegahnya, itulah penyebab pelaku keburukan tidak akan pernah tentram karena ada energi perlawanan dari dalam dirinya sendiri.

Bila diri tak bisa menghentikan kebiasaan buruk, itu tandanya energi perlawanan sedang berkerja. Jiwa dan raga ingin menghancurkan diri mu agar terkapar sakit, agar lemah dan tak berdaya, agar lunglai tak bisa berbuat apapun. Agar tidak ada lagi keburukan yang bisa dilakukan lagi.

Keburukan membuat kegelisahan. Peredaran darah terganggu. Detak jantung tak beraturan. Penyerapan nutrisi tak sempurna, percuma saja makan yang sehat dan bergizi. Seluruh unsur tubuh terjadi kekacauan untuk melawan keburukan.

Percuma saja mengikuti seluruh nasihat dokter, ahli gizi dan nutrisi, psyikolog dan Fisioterapist andai diri terus melakukan kemaksiatan dan keburukan. Karena keburukan yang dilakukan menimbulkan perlawanan otomatis yang tidak disadarkah oleh seluruh komponen tubuh. Tubuh akan mudah terserang penyakit.

Menciptakan kesehatan bukan sekedar kesadaran akan makanan bernutrisi dan seimbang. Bukan sekedar gaya hidup yang sehat. Bukan sekedar berfikir yang positif saja. Tetapi juga apakah tubuh melakukan perlawanan terhadap keburukan dan kemaksiatan kita?

Komentar

News Feed