oleh

Makhluk Terbaik Yang Terbodoh

-KHAZANAH-15 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Kesibukan di 2020, Apa saja? Kesibukan adalah cermin diri. Kesibukan terbaik, fokus berperan sebagai khalifah di muka bumi dan Menjadi Hamba Allah. Wujudnya sesuai kecendrungan kita, jadi penguasa, pebisnis, pendidik, politikus, militer dan sebagainya. Namun peran khalifah dan hamba Allah harus selalu melekat.

Khalifah, mengelola alam semesta. Berfikir dan bertindak progresif. Berinovasi dan memberdayakan alam semesta. Mengisi kehidupan dengan semangat dan keceriaan. Inilah yang membuat kehidupan seperti menciptakan surga di bumi.

Peran Hamba Allah, menyadari hakikat diri. Manusia adalah wakil Tuhan di muka bumi. Allah yang mentakdirkan manusia menjadi makhluk terbaik-Nya yang sempurna. Yang dinginkan, yang diangankan sudah disediakan di bumi ini. Bila manusia itu wakil Tuhan, maka pimpin dan kelola diri sesuai bimbingan Allah.

Bila peran manusia adalah khalifah, mengapa karyanya hanya kemalasan? Karyanya hanya bertopang dagu? Karyanya tak menghebohkan dan mengagumkan dunia? Karyanya terlalu remeh dibandingkan peran dan potensinya sebagai khalifah? Karyanya terlalu kecil dan tak berarti dibandingkan tugas yang diamanahkan Allah.

Para Sahabat, Tabiin dan Ulama Salaf berperan sebagai pemimpin dunia, panglima perang tak terkalahkan, prajurit terlatih terbaik, pebisnis terkaya, gubernur dan walikota, ilmuwan terbesar, sastrawan dan budayawan yang membangun tradisi masyarakat, Hakim teradil, politikus yang maslahat, mengapa generasi setelahnya terpinggirkan? Mengapa generasi saat ini terremehkan?

Obsesi kita hanya sampai di perut dan kemaluan. Obsesi kita hanya sampai di kesenangan diri. Setelah itu cukup, terhenti, diam, puas dan hebat. Padahal peran khalifah dan hamba Allah menciptakan rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam. Inilah yang seharusnya menyibukkan waktu-waktu dan helaan nafas.

Kesibukan kita seharusnya bagaimana merealisasikan tujuan Al-Qur’an dan Sunnah? Belajar dan menegakkan Al-Qur’an dan As Sunnah sebagai bingkai dan pedoman dalam berperan khalifah dan hamba Allah. Bila tujuannya hanya perut dan kemaluan, jadilah binatang yang paling hina.

Kita adalah makhluk terbaik yang terbodoh. Tugasnya besar, tapi memilih yang remeh temeh. Berpotensi besar tapi mengkerdilkan diri. Sedang hewan dan tumbuhan, makhluk rendah, tetapi mengapa mereka bisa berperan sesuai tugasnya? Itulah mengapa manusia lebih rendah dari hewan-hewan yang dipeliaharanya sendiri. Manusia lebih rendah dari hewan yang diternaknya sendiri.

Komentar

News Feed