oleh

Bercermin Dengan Air Mata

-KHAZANAH-5 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Menilai diri dari air matamu. Untuk siapa air matamu? Kejadian apa yang membuat isak tangis berbisik? Saat memandang dan merasakan apa air mata berderai? Air mata yang menyesakkan atau melapangkan hati?

Air matamu, untuk penderitaan dunia atau akhirat? Untuk yang yang hilang dari dunia atau akhirat? Untuk kekasih dunia atau akhirat? Untuk mengiba pada dunia atau akhirat? Ketertinggalan di dunia atau akhirat?

Dunia memang harus penuh air mata. Seperti para Sahabat dan kaum Salaf, sekitar matanya penuh garis hitam. Pipinya terlihat seperti bekas aliran sungai. Bagaimana dengan wajah kita? Matanya sudah tidak lagi melihat bumi, tetapi setiap mata memandang terlihat berbagai kejadian akhirat. Mata yang bisa menembus hijab semesta.

Hasan Al Bashri berkata, “Tanda hati yang sehat dan bertakwa adalah ketika air mata terus mengalir karena takut pada Allah.” Coba hitung sudah berapa lama air mata ini kering? Hanya berapa kali air mata ini mengalir? Atau tidak sama sekali?

Bila air mata tak pernah mengalir, tanda bahwa hati ini keras, beku dan sedang sakit. Ibadah hanya topeng kemunafikan di hadapan manusia. Hati berpaling dari Allah. Walau semua tampilan luar dan gerak menunjukkan keshalehan. Walau semua manusia memanggil dengan gelar-gelar keshalehan. Walau diri sering memberikan nasihat iman dan takwa. Namun sebenarnya hati tengah keras, beku dan sakit.

Andai tak ada amal shaleh yang dibanggakan. Andai tak ada mata yang memandang keshalehannya. Namun air mata yang mengalir karena takut kepada Allah di keheningan sudah cukup memadamkan gejolak api neraka yang bergemuruh. Mengalirkan air mata. Terus mengalirkan air mata karena takut, cinta dan rindu pada Allah.

Air mata yang mengalir karena mengadukan kesesatan dan kerusakan umat pada Allah. Air mata yang mendoakan agar umat ini diselamatkan, maka Allah akan menurunkan keberkahan pada umat tersebut. Seperti itulah Hasan Al Bashri berkata. Air mata telah membuat turunnya keberkahan dan keselamatan bagi umat ini.

Bila mata tak bisa mengalirkan air mata karena takut pada Allah, tangisilah kekerasan hati. Tangisi kegelapan hati. Tangisi hati karena Allah tak bersemayam di hati. Tangisi hati karena dunia dan syahwat telah mengusir Allah dari hati kita. Inilah bencana terbesar, namun mengapa tak dirasakan?

Komentar

News Feed