oleh

Filosofi Petani, Tak Merasa Bersedekah

-KHAZANAH-57 views

Oleh: Nasrulloh Baksolahar

Bersedekah tanpa diketahui oleh pelakunya sedikit pun. Sebuah hikayat, seseorang masuk surga dengan kebingungan. Mengapa timbangan kebaikannya lebih banyak? Ternyata ada buku kebaikan-keburukan yang diketahui oleh pelakunya, ternyata ada juga yang tidak. Bagaimana menciptakan kebaikan tanpa kita ketahui?

Gambaran amal petani bisa menjadi contoh. Tanaman yang ditanam petani menghasilkan Oksigen dan menyerap CO2. Sedekah kebersihan udara. Penahan air hujan. Pohon yang rimbun menjadi tempat manusia berteduh dan berkumpulnya para burung dan binatang lainnya.

Rasulullah saw bersabda bahwa buah dari pohon yang ditanam oleh petani lalu dimakan oleh hama, burung dan dicuri oleh manusia, maka semua dicatat sebagai sedekah. Inilah sedekah yang tidak kita ketahui.

Bila berbisnis, lalu ditipu oleh mitra usaha. Terjadi kecurangan oleh eksternal dan internal perusahaan. Maka itu juga bagian dari sedekah. Seperti petani yang hasil tanamannya dicuri oleh orang lain. Jadi semua kejadian tak ada yang sia-sia. Semua selalu dalam timbangan sedekah.

Hadirnya pemimpin yang zalim juga bagian dari penambah amal kebaikan tanpa disadari bagi korbannya. Terus berusaha meminimalkan kezaliman, namun pelaku kezaliman terlalu kuat, maka semua efek buruk kezaliman yang dirasakan menjadi amal kebaikan yang tidak disadari.

Bila diri tidak bisa melakukan kebaikan karena sejumlah keterbatasan. Maka tahanlah diri untuk tidak melakukan keburukan. Ini pun amal sedekah. Menyibukkan diri sehingga tidak muncul niat untuk melakukan keburukan, maka kesibukannya adalah sedekah.

Kita harus mendesain amal yang kita sendiri tidak tahu bahwa kita telah bersedekah. Filosofi petani bisa menjadi inspirasi yang luar biasa.

Komentar

News Feed